Workshop Pertunjukan Pascadramatik “Tubuh dalam Penerjemahan”
Tubuh dalam Penerjemahan: Kehadiran, Praktik, dan Pertunjukan
Pemateri: Kai Tuchmann & Ibed S. Yuga
Fakultas Seni Pertunjukan, ISI Bali, 7 s.d. 11 Oktober 2026, 10.00 s.d. 15.00
Workshop ini mempertemukan dua tradisi pertunjukan yang sangat berbeda: bentuk tari Bali yang bersifat pradramatik dan pendekatan eksperimental pascadramatik. Gerak/tari Bali bisa menjadi awal bagi workshop ini—bekerja dengan gestur tangan yang terperinci, arah pandangan mata, serta ketegangan tubuh yang terkontrol. Dari sana, peserta diajak membongkar rangkaian gerak, mengubah ritmenya, atau menempatkannya dalam konteks yang tidak terduga.
Dengan meninjau kembali momen-momen penting dalam sejarah seni pertunjukan—seperti pengaruh seni pertunjukan Bali terhadap para modernis Barat seperti Antonin Artaud—peserta diajak merefleksikan bagaimana bentuk-bentuk klasik telah diadopsi, diubah, dan dalam beberapa kasus dieksploitasi, serta apa artinya hal tersebut bagi praktik pertunjukan kontemporer.
Workshop ini tidak bertujuan menghasilkan sebuah pertunjukan jadi, tetapi berfokus pada proses perbandingan dan penemuan. Di mana kedua tradisi ini bertemu dalam cara mereka menggunakan tubuh? Di mana keduanya berbeda dalam pendekatan terhadap penceritaan, kehadiran, atau relasi dengan penonton? Melalui praktik tubuh dan refleksi, peserta memperoleh pemahaman mengenai kedua bentuk tersebut sekaligus mengeksplorasi bagaimana keduanya dapat saling memengaruhi.
Para Pemateri
Kai Tuchmann adalah dramaturg, sutradara, dan akademisi. Dia mendapatkan diploma penyutradaraan dari Ernst Busch Drama Academy, Berlin. Dia juga mendapat beasiswa penelitian di The Graduate Center, CUNY (Fulbright), Mellon School of Theater and Performance Research di Harvard University, dan Academy for Theatre and Digitality di Dortmund (Jerman). Kai adalah dosen tamu di Central Academy of Drama, Beijing; juga mengajar dramaturgi dan manajemen teater di Zurich University of the Arts; Jawaharlal Nehru University di New Delhi; dan Frankfurt University of Music and Performing Arts. Salah satu bukunya yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia: Dramaturgi Pascadramatik: Resonansi antara Asia dan Eropa (Kalabuku, 2025).
Ibed S. Yuga adalah penulis, penyunting, dan sutradara teater yang memiliki ketertarikan terhadap persilangan teks, wacana keruangan, dan relasi ketubuhan. Ia memulai kerja teaternya di Bali Eksperimental Teater (Bali, 2002), lalu mendirikan Seni Teku (Yogyakarta, 2005), dan menginisiasi Kalanari Theatre Movement (2012), sebuah lembaga pergerakan budaya melalui teater, dan menjadi sutradara dan penulis lakon di sana hingga kini. Di samping beberapa daerah di Indonesia, Ibed juga telah menggelar karya-karyanya, memberikan lokakarya, dan berkolaborasi di beberapa negara, seperti Irlandia, Singapura, Jepang, Malaysia, Inggris, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Jerman. Kini, Ibed berumah ulang-alik di Jogja–Jembrana.
Narahubung: WA 0822-1400-2019

0 comments